Dan BERSERULAH kepada manusia untuk mengerjakan Haji (QS. Al Hajj:27).

Bagi orang-orang yang memenuhi SERUAN Rabbnya, (disediakan) pembalasan yang baik. (QS. Ar Ra’d:18)

Rasulullah SAW bersabda,"Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan"(HR. Al-Bukhari)

KANTOR PERWAKILAN ARMINAREKA PERDANA

Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012, Izin Haji Plus D/230 th 2012

DIVISI MARKETING LIMA UTAMA SUKSES

ARMINAREKA PERDANA GROUP BERKAH

NUR ANISAH (NO. ID 0037 454 - 01)
JL. SEMOLOWARU ELOK BLOK AL NO. 2, SURABAYA
081 332 998866 (SIMPATI), 08585 268 5353 (INDOSAT), 320d0594 (BB)

Shalat Tarawih di Masjid Nabawi Madinah




Purwatining - Tak terasa hari berlalu begitu cepat, tahu-tahu hari sudah sore dan adzan maghrib segera tiba menunjukkan waktu berbuka telah tiba. Setelah berbuka takjil di masjid Nabawi dan shalat maghrib berjamaah, aku bergegas menuju hotel untuk makan nasi, maklum namanya juga orang Indonesia meski sudah berbuka kurma, roti dan yoghurt perut masih menuntut nasi karena dikepala terprogram bahwa belum makan nasi berarti belum makan.

Makan tak bisa dinikmati pelan-pelan karena dikepala terpikir untuk bersegera ke masjid kembali agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk shalat Isya dan shalat Tarawih. Maklum karena hari pertama Ramadhan dan baru pertama kali mau shalat Tarawih jadi belum tahu seberapa padat jamaah di masjid, maka ke masjid harus lebih awal biar tidak berebutan tempat shalat.

Kalau di Indonesia jarak antara sholat maghrib dan isya kurang lebih satu jam, disini sekitar 2 jam, lumayan panjang waktu untuk berkegiatan berbuka, shalat maghrib dan beribadah lainnya dimasjid. Jam menunjukkan pukul 21.00 waktu Madinah saat berkumandang adzan Isya. Jarak antara adzan dan iqamah kurang lebih 20 menit sehingga ada tersedia cukup banyak waktu untuk melakukan Shalat Rawatib Qabliyah Isya.

Shalat Isya 4 rakaat berjalan cepat karena 2 surah yang dibaca surah pendek-pendek. Tiba saatnya kemudian untuk shalat Tarawih yang kutunggu-tunggu. Shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaat dan witir 3 rakaat (2 rakaat dan 1 rakaat). Bacaan surah yang dibaca mulai awal yaitu Surah Al-Baqarah yang panjang itu. Suara imam yang begitu syahdu mengalunkan bacaan ayat-ayat suci membuat hati ini tergetar, apalagi imam sempat tergetar dan berhenti bacaannya menahan isak tangis, membuat hatiku menjadi ikut sesak, rasa tak kuat menahan luapan rasa yang mendesak-desak dalam dada.

Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya. Beberapa kali imam berusaha melanjutkan bacaan tapi tak kuasa karena suara terisak tak mampu ditahannya. Beberapa detik setelah mampu mengendalikan perasaan, imampun mampu melanjutkan bacaan Surah Al-Baqarah itu. Aku membayangkan betapa sesak dada sang imam saat membaca Surah Al-Baqarah karena begitu menghayati makna ayat demi ayat yang dibacanya. Sedangkan aku yang tidak paham artinya saja tak kuasa menahan tetesan air mata dipipi, apalagi jamaah lainnya, terutama bangsa Arab yang memahami kata demi kata, mereka pun ikut terisak-isak bersama imam. Sungguh shalat tarawih yang menggetarkan hati.

Aku sangat menikmati suara imam dalam mengalunkan bacaan Surah Al-Baqarah, begitu indah, merdu dan menyentuh hati, sehingga tak terasa sepuluh rakaat pertama telah terlewati. Sebelum melanjutkan sepuluh rakaat berikutnya ada jeda waktu beberapa saat lebih lama dari jeda sebelumnya untuk memberi waktu bagi jamaah yang hanya mengikuti shalat tarawih 11 rakaat keluar masjid

Ya, semua masjid di Saudi ini menjalankan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat, hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang melakukan shalat tarawih 23 rakaat. Rasulullah saw pun dulu menjalankan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat, pada jaman salah satu sahabatnyalah shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat dan berlaku sampai dengan saat ini, begitu uraian penjelasan Ustadz pembimbing kami. Sehingga imampun menghormati jamaah yang hanya mengikuti tarawih sepuluh rakaat pertama saja.

Jam menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat saat kami meninggalkan masjid Nabawi, tak terasa, ternyata shalat isya dan tarawih ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 2 jam. Kebayang kalau ini dilakukan di kampungku, pasti jemaahnya hanya satu dua, itupun pasti yang sudah sepuh-sepuh.

Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah Tanpa Kendala Biaya


Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990 
Izin Umroh D/142 th 2009 & Izin Haji Plus D/80 th 2009 
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur 
Divisi Marketing Armina Utama Sukses
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

Kantor Pusat 
PT ARMINAREKA PERDANA 
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SEBUAH RENUNGAN

Diriwayatkan dari Abi Sa’id, Rasulullah saw bersabda: Rasulullah saw. Bertanya kepada sahabat-sahabatnya

"Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?"

Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa, pahala zakatnya dan pahala hajinya, tapi ketika hidup di dunia dia mencaci orang lain, menuduh tanpa bukti terhadap orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain.

Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada orang yang di dzaliminya. Semuanya dia bayarkan sampai tidak ada yang tersisa lagi pahala amal sholehnya. Tetapi orang yang mengadu ternyata masih datang juga. Maka Allah SWT memutuskan agar kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu. dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka.

Kata Rasulullah saw selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.” (HR Muslim no. 6522)